PAI dan Budi Pekerti SD: Kelas 3

Welcome

Selamat Berkunjung di Blog PAI dan Budi Pekerti SD

Materi PAI dan Budi Pekerti SD

Selamat Membaca, Semoga Bermanfaat

Tampilkan postingan dengan label Kelas 3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelas 3. Tampilkan semua postingan

A. Arab Pra-Islam (sebelum Islam)

1. Jazirah Arab

Jazirah Arab diartikan sebagai nama sebuah pulau atau negara yang terletak di bagian Barat Daya Asia. Cuaca di Jazirah Arab kering dan sangat panas. Hanya pohon kurma yang mampu tumbuh dengan baik. Bangsa Arab banyak yang menggantungkan hidupnya dari beternak hewan (unta, domba, kambing dan keledai) dan berdagang.

2. Adat Kebiasaan Bangsa Arab

Bangsa Arab memiliki karakter mulia seperti :

a. Pemberani

b. Hormat akan harga diri dan martabat

c. Pola hidup sederhana

Bangsa Arab juga memiliki kebiasaan buruk seperti :

a. Membunuh anak perempuannya, karena dianggap aib

b. Suka berselisih, berkelahi dan berperang

c. Menyembah berhala

B. Kisah Nabi Muhammad saw

1. Kelahiran Nabi Muhammad saw

- Nabi Muhammad saw lahir pada hari Senin 12 Rabiul awal tahun 571 M.

- Nabi Muammad saw lahir dalam keadaan terkhitan, bersujud, bersyukur, dan wajah yang berseri-seri.

- Nabi Muhammad saw lahir dalam keadaan yatim.

- Nabi Muhammad saw diasuh dan disusukan kepada Halimah Sa’diyah. Halimah mengasuh Nabi Muhammad saw selama 4 tahun.

2. Masa Kanak-kanak Nabi Muhammad saw

- Pada usia 6 tahun ibunda Nabi Muhammad saw wafat dan Nabi Muhammad saw menjadi yatim piatu.

- Nabi Muhammad saw diasuh kakeknya, Abdul Mutalib selama 2 tahun. Pada usia 8 tahun kakeknya meninggal dunia.

- Nabi Muhammad saw kemudian diasuh pamannya, Abu Thalib.

3. Masa Remaja Nabi Muhammad saw

- Pada usia 12 tahun, Nabi Muhammad saw diajak pamannya (Abu Thalib) berdagang ke negeri Syam.

- Dalam perjalanan Nabi Muhammad saw bertemu dengan seorang pendeta yang bernama Buhaira.

- Ketika Mekkah mengalami banjir dan Kakbah rusak, banyak kabilah yang berebut meletakkan Hajar Aswad. Akhirnya para kabilah sepakat yang berhak meletakkan Hajar Aswad adalah orang yang pertama kali lewat pintu “Bani Syaibah” dan yang lewat pertama kali adalah Nabi Muhammad saw.

- Nabi Muhammad saw mendapat gelar Al-Amin yang berarti dapat dipercaya.

C. Ayo Melantunkan Salawat, Syair atau Qasidah

- Salawat adalah ungkapan rasa cinta dan kerinduan kepada Nabi Muhammad saw.

- Salawat adalah salam penghormatan kepada Nabi Muhammad saw.

- Umat Islam harus membiasakan diri untuk bersalawat kepada Nabi Muhammad saw diantaranya dengan membaca :

- Bersalawat sekali kepada Nabi Muhammad saw, Allah Swt akan membalas dengan sepuluh kali.

- Qasidah adalah kumpulan syair yang berisi pujian-pujian oleh umat Islam.

 

A. Ketentuan Puasa

1. Pengertian Puasa

- Puasa adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa mulai terbit fajar hingga terbenam matahari.

- Perintah puasa terdapat dalam Al-Quran surah Al-Baqarah : 183

- Puasa wajib adalah puasa yang hatus dilakukan oleh orang yang sudah balig.

- Yang termasuk puasa wajib yaitu puasa Ramadan, puasa nazar dan puasa kifarat.

- Puasa Ramadan adalah puasa yang dilakukan pada bulan Ramadan.

- Perintah puasa Ramadan dimulai tahun ke-2 Hijriyah.

- Melakukan puasa Ramadan hukumnya fardu ‘ain (wajib).

2. Syarat-syarat Puasa

a. Syarat wajib puasa antara lain :

1) Balig

2) Islam

3) Berakal

4) Mampu 

b. Syarat sah puasa antara lain :

1) Beragama Islam

2) Tamyiz (orang yang dapat membedakan antara yang baik dan buruk) /mumayiz.

3) Suci dari haid dan nifas bagi perempuan

4) Pada waktu yang diperbolehkan puasa

3. Rukun Puasa

Rukun puasa antara lain :

a. Niat

b. Menahan diri

4. Sunah Puasa

Beberapa hal yang disunahkan saat menjalankan ibadah puasa antara lain :

a. Menyegerakan berbuka

b. Sahur

c. Mengakhirkan sahur

d. Berbuka puasa dengan kurma

e. Berdoa ketika berbuka

f. Memperbanyak sedekah

5. Hal-hal yang Membatalkan Puasa

Hal-hal yang dapat membatalkan puasa antara lain :

a. Makan dan minum dengan sengaja

b. Muntah dengan sengaja

c. Haid dan nifas bagi perempuan

d. Gila atau hilang akal

e. Murtad 

B. Hikmah Puasa

1. Hikmah puasa terhadap tubuh

a. Alat pencernakan akan beristirahat

b. Puasa akan membersihkan badan dari sisa-sisa makanan

2. Hikmah puasa dalam kehidupan sosial

a. Membiasakan sabar dalam kehidupan

b. Membiasakan peduli pada orang lain

c. Menumbuhkan perasaan sayang kepada sesama

d. Mendidik perilaku amanah dan jujur

A. Berbakti kepada Orang Tua

- Hormat berarti menghargai, takzim dan khidmat.

- Berbakti kepada orang tua merupakan salah satu amal salih yang mulia.

- Contoh perilaku hormat dan patuh kepada orang tua antara lain :

1. Menaati perintahnya

2. Mendengarkan nasihatnya

3. Membantu meringankan perkerjaan rumah

4. Mendoakannya 

- Hikmah berbakti kepada orang tua antara lain :

1. Bertambahnya kebaikan dan keberkahan

2. Memperoleh kemuliaan di sisi Allah Swt

3. Mendapat rahmat dan rido Allah Swt

4. Mendapat nikmat surga

B. Berbakti kepada Guru

- Guru adalah orang tua kedua di sekolah.

- Berbakti kepada guru sama halnya berbakti kepada orang tua.

- Contoh perilaku hormat dan patuh kepada guru antara lain :

1. Memuliakan dan tidak menghina guru

2. Memperhatikan guru yang sedang menjelaskan pelajaran

3. Bertanya kepada guru apabila ada sesuatu yang belum dimengerti dengan sikap sopan

4. Berpakaian rapi dan sopan ketika belajar

- Hikmah berbakti kepada guru antara lain :

1. Memperoleh ilmu yang bermanfaat

2. Mendapatkan kemuliaan di sisi Allah Swt

3. Keridaan guru merupakan kunci sukses

4. Menjadi pribadi yang tulus

C. Menghormati Orang Lain

- Menghormati orang lain artinya menunjukkan sikap menghargai orang lain.

- Orang yang tidak menghargai orang lain berarti menganggap orang lain lebih hina.

- Ciri-ciri orang yang menghormati orang lain antara lain :

1. Bersikap sopan dan santun

2. Tidak memilih-memilih teman

3. Menghargai pendapat orang lain

4. Menghargai keberhasilan orang lain

- Hikmah menghormati orang lain antara lain :

1. Rendah hati dan tidak sombong

2. Punya rasa malu

3. Tulus membantu orang lain

4. Menyayangi tanpa pilih kasih


A. Sifat-sifat Allah Swt
Sifat-sifat Allah Swt dibagi menjadi 3 macam yaitu sifat wajib, sifat mustahil dan sifat jaiz.
Sifat wajib Allah Swt yaitu sifat yang pasti dimiliki oleh Allah Swt.
Sifat mustahil Allah Swt yaitu sifat yang tidak mungkin dimiliki oleh Allah Swt.

No.

Sifat Wajib

Arti

Sifat Mustahil

Arti

 

Wujud

Ada

Adam

Tidak ada

 

Qidam

Dahulu

Hudus

Baru

 

Baqa

Kekal

Fana

Rusak/binasa

 

Mukhalafatu lil hawadisi

Berbeda dengan makhluk

Mumasalatu lilhawadisi

Sama dengan makhluk

 

Qiyamuhu binafsihi

Berdiri sendiri

Ihtiyaju lighairihi

Membutuhkan bantuan yang lain

 

Wahdaniyah

Maha Esa

Ta’adud

Berbilang atau lebih dari

 

Qudrah

Maha Kuasa

‘Ajzun

Lemah

 

Iradah

Maha Berkehendak

Karahah

Terpaksa

 

‘ilmun

Maha Mengetahui

Jahlun

Bodoh

 

Hayan

Maha Hidup

Mautun

Mati

 

Sama’

Maha Mendengar

Summun

Tuli

 

Basar

Maha Melihat

‘Umyun

Buta

 

Kalam

Maha Berfirman

Bukmun

Bisu

 

Qadiran

Keadaannya Maha Kuasa

Ajizan

Yang lemah

 

Muridan

Keadaannya Maha Berkendak

Karihan

Yang terpaksa

 

‘Aliman

Keadaannya Maha Mengetahui

Jahilan

Yang bodoh

 

Hayyan

Keadaannya Maha Hidup

Mayyitan

Yang mati

 

Sami’an

Keadaannya Maha Mendengar

Asamma

Yang tuli

 

Basiran

Keadaannya Maha Melihat

A’ma

Yang buta

 

Mutakaliman

Keadaannya Maha Berfirman

Abkam

Yang bisu

Sifat jaiz Allah Swt adalah sifat yang boleh ada pada Allah Swt

فِعْلُ كُلِّ مُمْكِنٍ اَوْ تَرْكُهُ

Artinya : “Berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu”
B. Asmaul Husna
1. Al-Wahhab
Al-Wahab artinya Maha Pemberi
Pelajaran yang dapat kita ambil dari asmaul husna Al-Wahhab antara lain yaitu :
a. Selalu bersyukur secara lisan dan perbuatan.
b. Menjadi orang yang peduli kepada sesama.
c. Melakukan perbuatan baik sebagai ibadah kepada Allah Swt.
d. Memelihara lingkungan sekitar dan alam semesta.
                   Manfaat orang yang meyakini asmaul husna Al-Wahhab
a. Tenang dalam menjalani kehidupan.
b. Selalu berusaha dengan sungguh-sungguh.
c. Menjadi orang yang tawakkal.
d. Menjadi orang yang pandai bersyukur.
2. Al-Kabir
Al-Kabir artinya Maha Besar.
Pelajaran yang dapat kita ambil dari asmaul husna Al-Kabir antara lain yaitu :
a. Meyakini bahwa hanya Allah Swt Yang Maha Besar.
b. Selalu mengagungkan kebesaran Allah Swt.
c. Selalu merasa kecil di hadapan Allah Swt.
d. Bersikap rendah hati kepada semua orang.
Manfaat orang yang meyakini asmaul husna Al-Kabir
a. Disenangi Allah Swt dan manusia.
b. Merasa tenang karena mengandalkan Allah Swt.
c. Menjadi orang yang optimis.
d. Tidak menjadi orang yang meremehkan orang lain.

A. Surah Al-‘Alaq
1. Mengenal Q.S Al-‘Alaq : 1-5
Al-‘Alaq adalah surah ke-96 dalam Al-Quran. Termasuk golongan surah Makkiyah, karena diturunkan di kota Mekah. Nama surah Al-‘Alaq diambil dari ayat ke dua. Al-‘Alaq artinya segumpal darah. Surah ini dinamai juga Iqra atau Al-Qalam.
Q.S Al-‘Alaq : 1-5 adalah wahyu pertama kali yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw melalui malaikat Jibril saat Nabi Muhammad saw berusia 40 tahun. Peristiwa ini terjadi pada malam 17 Ramadan dan diperingati sebagai Nuzulul Quran.
Surah Al-‘Alaq : 1-5 menjelaskan tentang perintah untuk membaca.
2. Asbabun Nuzul
Sebab Q.S Al-‘Alaq ayat 1-5 adalah Nabi Muhammad saw berkhalwat (mengasingkan diri dari keramaian) di Gua Hira. Nabi Muhammad saw merasa resah melihat tingkah laku masyarakat jahiliyah. 
Nabi Muhammad saw pulang dari khalwat dan menceritakan kejadian itu kepada Khadijah, kemudia Khadijah menemui pamannya yang bernama Waraqah bin Naufal yang merupakan seorang pendeta. Waraqah menjelaskan bahwa apa yang terjadi di Gua Hira adalah wahyu dari Allah Swt.
3. Lafal Q.S Al-‘Alaq : 1-5

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ ١ خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ ٢ اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ ٣

الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ ٤ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ ٥ 

4. Terjemah Q.S Al-‘Alaq : 1-5
 1.  Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan!
2.  Dia menciptakan manusia dari segumpal darah.
3.  Bacalah! Tuhanmulah Yang Maha Mulia,
4.  yang mengajar (manusia) dengan pena.
5.  Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
B. Hukum Bacaan Qalqalah
Qalqalah secara bahasa artinya pantulan atau getaran suara.
Menurut istilah dalam ilmu tajwid qalqalaha adalah membaca lafal Al-Quran dengan memantulkan huruf hijaiyah tertentu yang berharakat sukun (mati) atau karena waqaf (berhenti) diakhir ayat.
Huruf Qalqalah ada 5 yaitu :
Qalqalah ada 2 macam, yaitu :
1. Qalqalah Sugra, yaitu apabila huruf qalqalah itu asli sukun atau mati.
Contoh : يَدْ خُلُوْنَ
Cara membacanya dengan memantulkan suara agak ringan.
2. Qalqalah kubra, yaitu apabila huruf qalqalah itu mati karena waqaf.
Contoh : بِغَيْرِحِسَابٍ
Cara membacanya lebih jelas daripada qalqalah sugra.
C. Pesan Pokok Surah Al-‘Alaq
Pesan pokok surah Al-‘Alaq antara lain :
a. Perintah membaca, berarti perintah belajar.
b. Allah menciptakan manusia dari segumpal darah.
c. Pena sebagai alat mengembangkan pengetahuan
d. Membaca adalah kunci ilmu.