PAI dan Budi Pekerti SD: Kelas 4

Welcome

Selamat Berkunjung di Blog PAI dan Budi Pekerti SD

Materi PAI dan Budi Pekerti SD

Selamat Membaca, Semoga Bermanfaat

Tampilkan postingan dengan label Kelas 4. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelas 4. Tampilkan semua postingan

Tujuan Pembelajaran

1. Menjelaskan sebab-sebab Nabi Muhammad saw. hijrah ke Madinah.

2. Menceritakan kisah peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw. ke Madinah.

3. Membuat alur cerita kisah perjalanan hijrah melalui gambar dan keterangan sederhana.

4. Menyimpulkan pelajaran di balik hijrah Nabi Muhammad saw. ke Madinah.

5. Meneladani perjuangan Nabi Muhammad saw. dan para sahabat.

6. Membiasakan sikap percaya diri, teguh pendirian dan bertanggung jawab.

7. Meyakini kebenaran kisah hijrah Nabi Muhammad saw. ke Madinah.

Pendalaman Materi
Sebelum Nabi Muhammad saw berhijrah ke Madinah, beliau telah berdakwah menyebarkan agama Islam di Mekah. Pada masa awal kenabian, Nabi Muhammad saw berdakwah secara sembunyi-sembunyi sebagai sarana penguatan pribadi beliau. Setelah kurang lebih tiga tahun, Allah Swt memerintahkan beliau untuk berdakwah secara terang-terangan. Periode dakwah secara terang-terangan periode Mekah berlangsung selama 10 tahun hingga Allah Swt memerintahkan beliau berhijrah. 
Pengertian hijrah dari segi Bahasa berarti memutuskan atau meninggalkan. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia hijrah ialah perpindahan Nabi Muhammad saw bersama Sebagian pengikutnya dari Mekah ke Madinah untuk menyelamatkan diri dari tekanan kaum kafir Quraisy Mekah. Madinah adalah nama sebuah kota yang sebelumnya bernama Yasrib. Yasrib terletak di sebelah utara Mekah dengan jarak kurang lebih 450,4 km.
A. Sebab Nabi Muhammad saw Hijrah
Hal-hal yang menyebabkan Nabi Muhammad saw Ketika memutuskan hijrah ke Madinah, antara lain :
1. Dakwah Rasulullah saw di Mekah kurang berkembang karena penolakan orang kafir Quraisy
Kaum kafir Quraisy adalah kabilah penyembah berhala keturunan Ibrahim dari bangsa Arab yang menetap di Mekah. Ketika Nabi Muhammad saw berdakwah, kaum Quraisy melakukan perlawanan besar-besaran. Kekejaman kaum Quraisy di Mekah semakin membesar setelah wafatnya dua pelindung Nabi, yaitu istrinya, Khadijah, dan pamannya Abu Talib. Kaum Quraisy melakukan berbagai cara untuk menyakiti Nabi Muhammad saw dan berniat membunuhnya guna menghentikan dakwahnya. Kekejaman kaum kafir Quraisy juga dirasakan oleh para pengikut Nabi Muhammad saw di Mekah yang disiksa dan dipaksa untuk keluar Islam. 
2. Peristiwa Baiat Aqabah serta permintaan penduduk Madinah agar Nabi Muhammad saw tinggal bersama mereka dan akan membantu untuk berdakwah
Baiat Aqabah adalah sumpah setia penduduk Madinah kepada Nabi saw dengan menyatakan keimanan kepada Allah Swt. Sebelum hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad saw pernah didatangi oleh penduduk Madinah pada tahun 621 M dan melakukan perjanjian Aqabah 1 atau Baiat Aqabah I. Perjanjian ini yang dilakukan di bukit bernama Aqabah, sekitar 5 kilometer dari Mekah. Ada 12 orang yang ikut dalam Baiat Aqabah I, 10 orang dari suku Khazraj dan 2 orang dari suku Aus. Dari suku Khazraj adalah Asád bin Zurrah, ‘Auf bin Haris, Muáz bin Al Haris bin Rifaáh, Zakwan bin Abdul Qays, Rafi’bin malik, Ubadah bin Samit, Abi Abdurrahman Yazid bin Sa’labah, Ábbas bin Úbadah bin Nadlah, Úqbah bin Amir Al-Jauhani, Qutbah bin Amir bin Hadidah. Dari suku Aus adalah Abu al-Haisam bin Tayyihan dan Úwaym bin Saídah.
Pada tahun 622 M rombongan ke-2 76 orang (73 laki-laki, 3 perempuan) dipimpin Ubadah bin Samit berbaiat kepada Rasul saw. Ada 12 orang terbaik dari rombongan kedua itu yang berjanji untuk mengawal risalah dan membantu Nabi saw. kemudian disebut Ansar. Mereka Kembali ke Yasrib dan berdakwah serta merindukan kedatangan Rasulullah saw datang ke Yasrib.
3. Perintah Allah Swt untuk berhijrah sudah turun kepada Nabi Muhammad saw

B. Kisah Perjalanan Hijrah Nabi Muhammad saw
Tahukah kamu peristiwa perjalanan hijrah Nabi Muhammad saw ke Madinah? Apa saja peristiwa yang terjadi selama dalam perjalanan? Bagaimana sambutan penduduk Madinah terhadap kedatangan Nabi Muhammad saw? Selanjutnya, kita akan belajar kisah perjalanan hijrah Nabi Muhammad saw sejak persiapan berangkat sampai tiba di Madinah.
1. Ali bin Abi Thalib Menempati Tempat Tidur Nabi Muhammad saw
Kaum musyrik Quraisy merasa khawatir terhadap keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw jika beliau berhijrah ke Madinah untuk membangun satu komunitas muslim yang hidup tenang. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk mencelakai Nabi Muhammad saw.
Allah Swt menyampaikan rencana kaum musyrik Quraisy ini kepada Nabi Muhammad saw. Beliau memerintahkan Ali bin Abi Talib untuk tidur di pembaringan beliau  sambal memakai selimut. Pemuda-pemuda terpilih itu memata-matai tempat pembaringan Nabi Muhammad saw dan merasa yakin bahwa beliau masih tidur nyenyak. Tanpa mereka sadari, sebenarnya Nabi Muhammad saw sudah keluar rumah, meletakkan segenggam tanah di kepala masing-masing para pemuda tersebut sambal membaca firman Allah Swt surah Yasin ayat 9.

وَجَعَلْنَا مِنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ سَدًّا وَّمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَاَغْشَيْنٰهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُوْنَ ٩ 

Artinya : “Kami memasang penghalang di hadapan mereka dan di belakang mereka, sehingga Kami menutupi (pandangan) mereka. Mereka pun tidak dapat melihat.” (Q,S.Yasin {36}: 9)
Keesokan harinya mereka sungguh terperanjat Ketika mengetahui bahwa yang mereka duga Nabi Muhammad saw adalah Ali bin Abi Talib. Ketika Ali bin Abi Talib ditanya, ia bersikeras menjawab, “Saya tidak tahu”.
2. Nabi Muhammad saw ke Rumah Abu Bakar
Pada suatu siang menjelang hijrah, Nabi Muhammad saw berkunjung ke rumah Abu Bakar. Ketika masuk ke dalam rumah, beliau meminta hanya berdua dengan Abu Bakar.
Nabi Muhammad saw menyampaikan kepada Abu Bakar bahwa beliau telah mendapat izin untuk berhijrah. Abu Bakar menyampaikan bahwa dia telah menyiapkan dua unta. Satu untuk Nabi Muhammad saw dan satu untuknya guna perjalanan ke Madinah. Dia juga menghubungi Abdullah bin Uraiqit untuk menjadi penunjuk jalan.
3. Awal Perjalanan
Pada malam hari tanggal 27 Safar tahun ke-14 kenabian bertepatan dengan tanggal 12/13 September 622 M, Nabi Muhammad saw keluar dari rumah Abu Bakar. Mereka berjalan kaki ke Gua Sur. Bahkan beliau berjalan dengan ujung jari-jari kakinya supaya tidak meninggalkan jejak yang dapat ditelusuri. Gua Sur berjarak sekitar 6-7 km di selatan Mekah. 
Nabi Muhammad saw menempuh perjalanan dengan mengambil jalur selatan Mekah yang biasanya digunakan dalam perjalanan ke Yaman, bukan jalur utara yang biasa digunakan menuju ke Madinah. Jalan ke gua sangat sempit, terjal dan banyak bebatuan. Sebelum menjauh dari perbatasan Mekah , Nabi Muhammad saw berhenti sesaat mengungkapkan rasa cinta beliau kepada tanah airnya. Beliau bersabda kepada kota Mekah seraya memandang Kakbah :
Demi Allah sesungguhnya engkau (wahai kota Mekah) adalah sebaik-baik bumi Allah dan yang paling Allah cintai. Andai aku tak diminta untuk keluar darimu maka aku tidak akan meninggalkanmu.
4. Di Dalam Gua Sur
Sebelum memasuki gua, Abu Bakar masuk terlebih dahulu, memeriksa jangan sampai ada sesuatu yang membahayakan Nabi Muhammad saw dan setelah segalanya aman, Abu Bakar mempersilahkan beliau masuk untuk beristirahat. 
Rasulullah dan Abu Bakar tinggal selama kurang lebih tiga hari di dalam gua. Setiap malam putra Abu Bakar yakni Abdullah datang berkunjung ke sana, untuk menyampaikan perkembangan yang terjadi di Mekah. Lalu, ia kembali setiap subuh untuk melakukan aktivitasnya di Mekah agar tidak dicurigai. Sedangkan,Amir bin Fuhairah, bekas budak Abu Bakar, diberi tugas menggembalakan kambing di sekitar gua untuk menghilangkan jejak Abdullah. Pada malam hari, dia memerah susu kambing gembalaannya untuk diminum oleh Nabi Muhammad saw dan Abu Bakar.
Para tokoh kaum musyrik di Mekah sangat kecewa. Kemudian mereka memberi tugas para pencari jejak untuk melakukan pencarian. Mereka dijanjikan hadiah besar yakni 100 ekor unta bagi yang menemukan Nabi Muhammad saw dan Abu Bakar. Pemuda-pemuda Quraisy datang, mereka mondar-mandir mencari ke seluruh arah. Di dekat Gua Sur itu mereka berjumpa seorang gembala, dan ia berkata, “Mungkin saja mereka dalam gua itu, tapi saya tidak melihat ada orang yang menuju ke sana.”
Waktu mendengar jawaban gembala itu, Abu Bakar berkeringat. Abu Bakar khawatir, mereka akan menyerang ke dalam gua. Dia menahan nafas, diam, dan hanya menyerahkan nasibnya kepada Allah Swt kemudian orang Quraisy naik ke gua itu, tapi selanjutnya ada yang turun lagi. 
“Mengapa kau tidak menjenguk ke dalam gua?”tanya teman-temannya. “Ada sarang laba-laba di tempat itu dan saya lihat juga ada dua ekor burung dara hutan di lubang gua. Jadi saya mengetahui tak ada orang di sana.” Nabi Muhammad saw semakin bersungguh-sungguh dalam doanya dan Abu Bakar semakin ketakutan. Ia mendekat ke arah Nabi Muhammad saw dan beliau berbisik di telinganya.                                    artinya : Jangan bersedih hati, sesungguhnya Allah bersama kita. 
“Kalau salah seorang menundukkan kepalanya ke arah gua, pastilah kita terlihat,”kata Abu Bakar. Tetapi Nabi Muhammad saw menenangkannya sambil bersabda, “Bagaimana pendapatmu tentang dua orang dan Allahlah yang ketiga?”.
5. Perjalanan ke Madinah
Pada hari Senin tanggal 1 Rabiulawal tahun pertama hijrah, bertepatan dengan tanggal 16 September 622 M. Nabi Muhammad saw dan Abu Bakar dijemput oleh Abdullah bin Uraiqit guna mengantar mereka menuju Madinah sambil membawa kedua unta yang dititipkan sebelumnya oleh Abu Bakar.
Sebelum menunggangi salah satu unta yang disiapkan Abu Bakar, Nabi Muhammad saw bersabda, “Aku tidak menunggangi unta yang bukan milikku.”Abu bakar berkata, “Ini hadiah untukmu”. Nabi bersikeras menolak hadiah itu sambil menanyakan berapa harga yang dibiayai Abu Bakar untuk membelinya. Karena desakan Nabi Muhammad saw , Abu Bakar menyampaikan harganya dan setuju untuk menerima pembayaran dari beliau. Ketika itu juga Asma’ putri Abu Bakar datang dengan bawaan bekal perjalanan, namun waktu bekal itu akan digantung di unta, dia tidak punya tali untuk mengikat, lalu dia memotong ikat pinggangnya dengan cermat. Satu potong untuk mengikat bekal dan yang satu digunakan untuk mengikat pinggangnya. Dengan peristiwa ini Asma’ diberi gelar Zat an-Nitaqain (pengguna dua ikat pinggang). 
Dengan petunjuk dan perlindungan Allah Swt, mereka berangkat menuju Madinah melewati pantai Laut Merah, mengambil rute yang berbeda dengan yang biasa ditempuh oleh kafilah-kafilah yang menuju ke Madinah. Dalam perjalanan ini mereka mengendarai unta sendiri-sendiri, Abu Bakar berboncengan dengan Amir bin Fuhairah. Dalam perjalanan mereka berjumpa dengan beberapa orang, antara lain Suraqah. Dia awalnya berniat buruk terhadap Nabi Muhammad saw tetapi pada akhirnya justru melindungi beliau. 
Rombongan Nabi Muhammad saw terus dalam kehati-hatian ketika bertemu dengan orang. Apabila Abu Bakar ditanya tentang identitas Nabi Muhammad saw, dia menjawab : “Dia yang menunjuki aku jalan”. Maksud Abu Bakar yang menunjukkan jalan keselamatan dunia akhirat. Sedang penanya memahaminya sebagai penunjuk jalan ke Madinah.
6. Yasrib menjadi Madinah
Pada tanggal 8 Rabiulawal 1 H/23 September 622 M rombongan Nabi Muhammad saw tiba di Quba. Mereka disambut dengan sangat hangat, apalagi setiap hari setelah salat subuh sampai zuhur berhari-hari mereka menantikan kedatangan Nabi Muhammad saw. 
Penduduk Madinah yang mendengar tibanya Nabi Muhammad saw di Quba juga berdatangan menyambut beliau. Nabi Muhammad saw di Quba tinggal selama empat hari (Senin sampai dengan Kamis). Di tempat itu beliau membangun Masjid Quba.
Hari Jumat beliau Bersama Abu Bakar berangkat menuju Madinah diantar oleh keluarga ibu beliau dari Bani Najjar. Sebelum sampai ke Madinah, waktu salat Jumat telah tiba, maka beliau salat di perkampungan Bani Salim bin ‘Auf Bersama rombongan yang berjumlah sekitar seratus orang. Lokasi itu dikenal juga dengan nama Wadi (lembah) ar-Ranuna. Itulah salat Jumat Nabi saw yang pertama di Madinah.
Setelah salat Jumat, beliau menuju Yasrib yang sejak hari itu berubah namanya menjadi Madinatur Rasul yang disingkat dengan al-Madinah. Juga dinamai Taibah. Sahabat Nabi Muhammad saw , al-Barra’bin ‘Azib, yang menyaksikan peristiwa ini berkata : “Aku tidak pernah melihat penduduk Madinah sangat gembira seperti mereka menyambut Rasulullah saw.
7. Nabi Muhammad saw tiba di Madinah
Semua orang menginginkan agar Nabi Muhammad saw tinggal di rumahnya, tetapi beliau berkata, “Biarkan saja unt aini berjalan, karena sesungguhnya dia telah mendapat perintah.” Unta kemudian berhenti duduk di lokasi Masjid Nabawi sekarang. Lalu unta itu bangkit dan berjalan lagi beberapa Langkah sambil menoleh ke kiri dan ke kanan, kemudian kembali ke lokasi semula. Di lokasi tersebut bermukim keluarga Nabi Muhammad saw dari Bani an-Najjar. Nabi Muhammad saw turun. Abu Ayyub al-Ansari segera mengambil barang-barang beliau. Walau setiap keluarga di perkampungan ini mendesak agar beliau tinggal di rumahnya, tetapi beliau mengelak dengan bersabda, “Seseorang hendaknya tinggal dimana barangnya berada.”
Setelah tiga hari, Ali bin Abi Talib menyusul, setelah menyelesaikan amanat (titipan) orang yang dititipkan kepada Nabi Muhammad saw waktu beliau masih di Mekah. Isteri Nabi, Saudah binti Zamáh Bersama Fatimah dan Ummu Kulsum (putri-putri Nabi Muhammad saw), Usamah bin Zaid dan Ummu Aiman (pengasuh Nabi Muhammad saw di waktu kecil) juga menyusul hijrah ke Madinah. Kaum muslimin yang pindah dari Mekah ke Madinah kemudian dikenal dengan nama kaum Muhajirin dan penduduk Madinah yang membantu perjuangan dakwah Nabi Muhammad saw setelah hijrah ke Madinah disebut kaum Ansar. 
Demikianlah perjalanan hijrah Nabi Muhammad saw ke Madinah untuk memulai babak baru; tugas mengeluarkan manusia dari jahiliyah (kebodohan) menuju khairu ummah (umat terbaik).

C. Hikmah Hijrah Nabi Muhammad saw
Kisah hijrah Nabi Muhammad saw ke Madinah memiliki nilai sejarah yang sangat berpengaruh dalam perjalanan dakwah Islam dan kehidupan kaum muslimin. Sejak Nabi Muhammad saw dan para sahabat tinggal di Madinah, dakwah Islam terus berkembang dan mengalami kemajuan yang pesat. Tahukah kalian hikmah dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw ke Madinah? Banyak pelajaran dan hikmah dari kisah hijrah Nabi Muhammad saw ke Madinah, antara lain :
1. Peristiwa : Pada peristiwa hijrah ini Nabi Muhammad saw bersama Abu Bakar melakukan perencanaan yang matang sebagai usaha untuk keselamatan. Sedangkan Ketika berada di gua Sur Nabi saw dan Abu Bakar memasrahkan diri kepada Allah Swt.
Pelajaran/hikmah : Setiap muslim hendaknya mampu menempatkan usaha dan kepasrahan kepada Allah Swt dalam menghadapi suatu peristiwa. 
Teladan : ulet dan tawakal
2. Peristiwa : Sikap Nabi Muhammad saw yang hendak menerima hadiah unta dari Abu Bakar padahal sebelumnya beliau menerima hadiah-hadiah bahkan menganjurkan untuk saling bertukar hadiah. 
Pelajaran/Hikmah : Ini memberi pelajaran bahwa dalam berjuang, seseorang harus dapat memberi segala yang dimilikinya hingga cita-cita perjuangan Islam tercapai. Tidak menanti hadiah dan imbalan atas perjuangan itu.
Teladan : ikhlas dan rela berkorban
3. Peristiwa : Keterlibatan semua kelompok dalam hijrah ini. Kelompok lelaki dewasa, Abu Bakar dan ‘Amir bin Fuhairah. Kelompok pemuda: Abdullah putra Abu Bakar. Kelompok remaja : Ali bin Abi Talib. Kelompok perempuan : Asma’ putri Abu Bakar. Yang terakhir kelompok nonmusllim: Abdullah bin Uraiqit.
Pelajaran/Hikmah : Perlunya keterlibatab semua kelompok dalam upaya mencapai cita-cita bersama.
Teladan : kerja sama

Tujuan Pembelajaran

1. Menyebutkan tanda-tanda usia balig atau kedewasaan dengan benar.

2. Membuat paparan mengenai tanda-tanda usia balig dalam pandangan. ilmu fikih dan ilmu biologi dengan benar.

3. Membiasakan sikap bersyukur, taat beribadah dan bertangung jawab.

Pendalaman Materi
A. Tanda-tanda Usia Balig Menurut Ilmu Fiqih
Fikih ialah ilmu tentang hukum Islam. Fikih membahas tentang tata aturan ibadah, baik yang berhubungan dengan Allah Swt atau yang berhubungan dengan sesama manusia. Di antara bahasannya adalah tentang tanda-tanda baligh. Tanda-tanda baligh terjadi pada anak laki-laki dan perempuan. Ada juga yang khusus terjadi pada perempuan saja.
1. Mimpi Basah
Bacalah kisah berikut!
Ahmad tiba-tiba terbangun pada tengah malam karena celananya basah. Ahmad melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Gerakan Ahmad membuat Lukman terbangun. “Ahmad, kamu kok sudah bangun? Sekarang kan masih jam 2 pagi? “ kata Lukman.
“Hmm, aku nggak sengaja kencing, he he “, kata Ahmad dengan wajah malu-malu. “Wah, sudah besar, kok masih ngompol?” canda Lukman.
Setelah mengambil celana pengganti di lemari dan hendak pergi ke kamar mandi, tiba-tiba Lukman mencegat Ahmad. Tunggu, Ahmad, air kencingnya kok sedikit? Mengapa Cuma terkena celana, tidak tercecer di tempat tidur?”tanya Lukman. Iya nih enggak tahu juga aku,”jawab Ahmad singkar sambal berlari ke kamar mandi. Tak lama kemudian, Ahmad sudah Kembali dari kamar mandi dengan celana yang baru dan bersih.
“Ahmad, apa kamu merasakan sesuatu yang aneh waktu mengompol tadi?” selidik Lukman. “Aneh? Nggak tuh, tapi aku tadi sempat bermimpi sebelum akhirnya terbangun, “jawab Ahmad. “Mimpi? Mimpi apa? “tanya Lukman kepada Ahmad. “Aku sudah lupa mimpinya. Yang jelas waktu mengompol tadi, rasanya berbeda dari kencing biasa, “jawab Ahmad. “Hmm nggak salah lagi, kamu tuh bukan ngompol, tapi baru saja mimpi basah.”
Bagaimana cerita di atas anak-anak, menarik bukan?
Dulu kamu mungkin bertanya-tanya Ketika mendengar kata “mimpi basah”. Dengan cerita di atas, kalian akhirnya tahu. Suatu saat kalian akan mengalami seperti yang dialami Ahmad. Biasanya terjadi ketika usia kalian 9 tahun atau lebih. Apabila mimpi basah itu terjadi, maka kalian bukan anak-anak lagi tapi tergolong baligh (dewasa). Mimpi basah juga dapat terjadi pada anak perempuan. Anak yang mimpi basah sedang berhadas besar disebut junub. Agar suci dari hadas besar, maka dia harus mandi wajib. Tahukah kalian nama air yang keluar waktu mimpi basah? Namanya air mania tau sperma.

2. Haid (Menstruasi) bagi Anak Perempuan
Bacalah kisah berikut!
Pada suatu pagi Aisyah merasa lemas saat bangun tidur. Kepala Aisyah pusing. Badannya juga panas. Aisyah pun pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil dan berwudhu. Tiba-tiba Aisyah kaget saat melihat ada bercak darah di celananya. Aisyah tidak jadi ke kamar mandi. “Aisyah, kok belum siap-siap? Ayo, ibu sudah menunggu kita untuk salat berjamaah!”tegur Kak Faizah yang sudah mengenakan mukena. “Kak, Aisyah sudah keluar darah….” Kata Aisyah malu-malu. Kak Faizah mengerti maksud Aisyah.
Kak Faizah langsung pergi ke kamarnya. Kak Faizah segera melepas mukenanya. Dia mengambil sesuatu dari dalam lemari. Lalu Kak Faizah mengajak Aisyah ke kamar mandi. Tak lama kemudian, mereka pun keluar dari kamar mandi. Aisyah ingin berwudhu. Ia mau salat subuh berjamaah. Akan tetapi, Kak Faizah berkata “Aisyah tidak perlu salat dulu, ya. Aisyah lebih baik beristirahat lagi di kamar.” Aisyah pun mengikuti saran Kak Faizah. Dia kembali ke kamarnya.
Setelah salat subuh, ibu masuk ke kamar Aisyah. Ibu membawakan susu hangat dan roti. “Aisyah makan roti dan minum susu dulu supaya tidak lemas. Ibu menyuapi Aisyah sambal berkata, “Aisyah sedang mengalami apa yang disebut HAID, MENS atau MENSTRUASI. Aisyah jangan takut. Haid itu sudah biasa terjadi pada anak perempuan seumur kamu.”
“Oh iya, tadi Aisyah lihat darah haidnya berwarna apa?”tanya Ibu. Darahnya berwarna merah terang,”jawab Aisyah. “Nah warna merah terang biasanya terlihat pada hari pertama dan kedua saja. Darah yang keluar di awal menstruasi biasanya berwarna terang dan keluar cukup banyak. Darah itu akan berubah warna menjadi kecokelatan atau gelap pada hari-hari terakhir menstruasi,”kata Ibu. 
“Oh begitu ya, Bu. Hmmm… darah menstruasi yang baru keluar itu memang agak berlendir dan bau, ya, Bu? Tanya Aisyah. “iya, itu sudah biasa, Aisyah. Oleh karena itu, darah haid itu harus rajin dibersihkan. “nasihat Ibu. “Mengapa bagian bawah perut Aisyah seperti kembung dan sakit, ya?” punggung Aisyah juga kram, “tanya Aisyah. “Aisyah, sakit seperti itu sudah biasa terjadi di awal masa haid. Nanti juga hilang sendiri kok. Kamu hanya perlu istirahat supaya sehat kembali, “kata Ibu. 
Dari cerita di atas, kalian tahu bahwa kodrat anak perempuan akan mengalami seperti yang dialami Aisyah, yaitu datangnya haid atau menstruasi. Datangnya haid menandakan bahwa kalian telah baligh. Datangnya haid sebagai tanda baligh tidak bisa dipastikan. Di usia berapa kalian akan mengalaminya? Bisa jadi ia dating Ketika kalian kelas IV,V, atau kelas VI. Untuk itu, bersiaplah menyambutnya dengan ilmu dan mental yang kuat.

3. Berumur Lima Belas Tahun
Setelah mencapai usia lima belas tahun berdasar perhitungan kalender hijriyah, anak laki-laki dan perempuan telah masuk usia baligh. Walaupun sebelumnya tidak mengalami tanda-tanda baligh lainnya. 
Kewajiban Mandi Bagi yang Berhadas Besar
Anak yang mengalami mimpi basah dan haid berarti ia berhadas besar. Ia harus menyucikan diri dari hadas besar tersebut.
Sebagai syarat sah beribadah setiap salat dan membaca AL-Qurán, maka ia harus mandi wajib terlebih dahulu. Tata cara mandi wajib (janabah) adalah sebagai berikut.
1. Menuangkan air dan mencuci kedua tangan 3 kali.
2. Mengambil air dengan tangan kanan untuk mencuci kemaluan dengan tangan kiri.  Kita juga bisa gunakan gayung untuk kegiatan ini.
3. Menggosokkan tangan kiri ke tanah. Tujuannya adalah untuk membersihkan kotoran kemaluan yang menempel di tangan. Ini bis akita ganti dengan sabun.
4. Berkumur dan menghirup air ke dalam hidung, kemudian dilanjutkan dengan berwudhu, namun tidak sampai mencuci kaki. Karena bagian ini diakhirkan.
5. Ketika mulai membasahi rambut, selai-selai pangkal rambut dan basahi dengan air. Sampai seluruh kepala dan rambut basah.
6. Siram kepala 3 kali, dilanjutkan dengan menyiram seluruh anggota badan.
7. Mengguyur air ke seluruh badan dengan mendahulukan yang kanan. Jangan lupa untuk digosok, terutama di bagian badan yang tersembunyi. Pastikan semua anggota badan basah.
8. Berpindah tempat dan cuci kedua kaki. Selai-selai jari kaki, sampai kalian yakin seluruh kaki basah.
9. Niat mandi dilakukan dalam hati pada awal basuhan anggota badan.
Larangan bagi Orang yang Berhadas Besar
1. Salat
2. Sujud tilawah
3. Sujud syukur
4. Menyentuh Al-Qur’an
5. Membaca Al-Qurán
6. Membawa Al-Qurán
7. Tawaf
8. Berdiam di masjid

B. Tanda-tanda Usia Balig Menurut Ilmu Biologi
Biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang keadaan atau sifat makhluk hidup (manusia, binatang, dan tumbuhan). Biologi secara khusus dan mendalam mempelajari perkembangan manusia. Tahap perkembangan manusia antara lain usia remaja atau puber. Ayo, kita mengenal masa puber melalui tanda-tandanya!
1. Bagi Laki-laki
Hormon ini berguna untuk menghasilkan sperma di dalam testis. Hormon ini juga mengatur hadirnya tanda-tanda seksual sekunder yang ditandai adanya perubahan fisik. Perubahan fisik meliputi wajah yang ditumbuhi kumis, jenggot, dan jambang. Selain itu tumbuh juga rambut alat kelamin dan rambut ketiak. Badan kelihatan lebih kekar dan berotot, tumbuh jakun dan suaranya terdengar lebih berat. Pertumbuhan badan bertambah cepat/cepat besar, gerak menjadi lebih aktif, nafsu makan meningkat, nafsu makan bertambah.
2. Bagi Perempuan
Perkembangan pada perempuan dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesterone. Hormon ini berguna untuk mematangkan ovum dan mengatur perkembangan seksual sekunder. Hal ini ditandai dengan perubahan fisik pada perempuan. Perubahan itu antara lain terjadi pada pinggul dan payudara yang mulai membesar, tumbuh rambut pada alat kelamin dan ketiak. Hormon estrogenjuga menyebabkan kulit perempuan lebih halus disbanding laki-laki. Selain itu, perempuan juga akan mengalami menstruasi atau haid.
Haid adalah gugurnya sel telur(ovum) karena tidak dibuahi sperma Bersama dengan lapisan dinding rahim. Peristiwa ini ditandai dengan keluarnya darah melalui alat kelamin perempuan. Haid biasanya terjadi 28 hari sekali. Jadi, jika kalian telah memasuki remaja dan mengalami menstruasi, jangan takut! Karena itu peristiwa normal yang terjadi pada perempuan. Hormon progesterone dan estrogen juga dapat memengaruhi perkembangan mental perempusn. Hormon ini memengaruhi perempusn menjadi cenderung mendahulukan perasaan, ingin dimanja dan diperhatikan. Apabila perempuan menghadapi suatu masalah, maka ia mudsh mengadu, menangis, atau menyesali diri. Perubahan fisik antara lain pertumbuhan badan bertambah cepat, gerak menjadi lebih aktif, nafsu makan meningkat,, dan suara menjadi lebih merdu.

C. Kewajiban bagi Anak yang Sudah Balig
Tanda-tanda baligh telah kita pelajari Bersama. Selanjutnya, sangat penting bsgi kalian untuk mengetahui kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan oleh anak yang telah baligh. Bila kalian telah mengalami tanda-tanda baligh berarti kalian disebut mukallaf. Mukallaf artinya orang dewasa yang wajib menjalankan hukum agama. 
Semua aturan agama wajib kalian indahkan. Aturan dalam akidah(keimanan), ibadah, dan akhlak. Seluruh perbuatan akan dibalas oleh Allah Swt. Amal baik dengan pahala dan amal buruk dengan dosa. Di antara kewajiban-kewajiban yang wajib kalian patuhi, yaitu :
1. Salat Fardhu
Salat adalah tiang agama. Orang yang mendirikan salat berarti dia menegakkan agama dan sebaliknya orang yang meninggalkan salat berarti dia merobohkan agama. 
Salat diperintahkan kepada anak-anak berusia tujuh tahun. Rasulullah saw bersabda, Perintahkanlah anak-anak kalian untuk mengerjakan salat pada usia tujuh tahun dan pukullah mereka untuk salat pada usia 10 tahun, serta pisahkanlah tempat tidur mereka. (H.R. Abu Daud)
Salat bukan sekedar kewajiban tapi kebutuhan rohani kita. Salat mengajarkan kita akan kebesaran Allah Swt., optimis dalam kehidupan, dan pasrah atas kehendak Allah Swt.
2. Menutup Aurat
Aurat ialah bagian tubuh manusia yang harus ditutupi menurut ketentuan syariat. Bagi laki-laki, auratnya adalah anggota badan antara pusar dan lutut. Sedang bagi perempuan adalah seluruh badan selain wajah dan telapak tangan. Pakaian tidak boleh terlalu ketat sehingga menampakkan bentuk tubuh dan juga bukan kain yang tipis sehingga warna kulit terlihat. 
Bahwa Islam tidak mengharuskan umatnya memakai model pakaian khas tertentu dalam menutup aurat. Setiap suku dan bangsa memiliki ciri khas budaya masing-masing. Model pakaian yang kita pakai mungkin berbeda dengan orang yang berasal dari suku dan bangsa lain. 
Hal itu bukanlah masalah asal aturan syariat menutup aurat terpenuhi. Kita tetap wajib menghargai perbedaan apapun termasuk model pakaian sebagai penutup aurat kita. 
3. Mencari Ilmu
Setiap muslim laki-laki dan perempuan berkewajiban untuk mencari ilmu. Kewajiban mencari ilmu dilakukan sejak seseorang lahir sampai meninggal dunia. Anak yang telah baligh dibebani hukum syariat. Oleh sebab itu, ia akan menerima balasan sesuai perbuatannya. Ilmu hanya dapat diperoleh dengan belajar. Dimulai dengan tekun membaca, terus berlatih, dan mengamalkan ilmunya. Namun jangan lupa perbanyak berdoa agar Allah Swt memberi ilmu yang luas dan bermanfaat. 
Wahyu pertama yang turun kepada Rasulullah saw adalah “iqra’” (bacalah). Hal ini menunjukkan pentingnya ilmu pengetahuan. Allah Swt akan mengangkat derajat orang beriman dan berilmu.

Tujuan Pembelajaran

1. Mendeskripsikan keragaman sebagai sunnatullah agar saling mengenal (litaʿārafū) dengan benar.

2. Menyebutkan ajaran kebaikan dari agama Islam dan agama selain Islam dengan tepat.

3. Mengungkapkan perasaan mengenai pengalaman bergaul dengan teman yang berbeda agama dengan baik.

4. Saling menghormati dan menghargai pemeluk agama yang berbeda baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan tempat tinggalnya dengan benar.

5.   Meyakini  bahwa keragaman sebagai sunnatullah dengan benar.

6. Menghormati orang lain sebagai cerminan dari iman dengan baik.

Pendalaman Materi
A. Keragaman adalah Sunatullah
Kalian tentu pernah melihat orang-orang dari berbagai bangsa atau suku di dunia. Kalian melihatnya di TV, media sosial, atau bertatap muka secara langsung. Perbedaan di antara mereka tampak jelas dan nyata, misalnya postur tubuh, Bahasa, karakter, dan agamanya. Ada beberapa bangsa besar hidup di negeri kita, seperti Melayu, Arab, Cina, dan Eropa. Negeri kita dihuni oleh penduduk yang berasal dari suku yang memiliki ciri khas berupa : pakaian, Bahasa, makanan, adat, dan karakternya. Suku besar di Indonesia antara lain, Jawa, Sunda, Betawi, Dayak, Ambon, Bugis, dan Madura. Agama yang dianut oleh penduduk Indonesia juga beragam, Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghuchu. Mengapa Allah Swt ,emciptakan manusia dengan beraneka ragam ras dan karakter? Tujuannya agar saling mengenal sehingga terjalin hubungan harmonis, kerja sama, serta saling menghormati perbedaan.

B. Ajaran Kebaikan dalam Islam dan Selain Islam
Rasulullah saw bersabda :

الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ، وَالإِثْمُ مَا حَاكَ فِي صَدْرِكَ، وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ

Artinya : “Kebaikan adalah akhlak mulia dan keburukan adalah sesuatu yang membuat hatimu ragu dan kamu tidak ingin orang lain melihat sesuatu itu (ada pada dirimu)”(H.R.Muslim dari Nawwas bin Samán al Ansari)
Tahukah kalian, apa yang dinamakan kebaikan dalam agama Islam? Rasulullah saw menegaskan bahwa kebaikan dalam Islam adalah akhlak mulia. Jawaban yang sangat singkat, namun mencakup semua kebaikan. Akhlak mulia meliputu akhlak kepada Allah Swt., akhlak kepada sesame manusia, dan akhlak kepada alam sekitar. Berperilaku baik adalah pokok ajaran Islam.
Islam mengajarkan tentang akhlak mulia dengan lengkap. Tata cara ibadah kepada Allah Swt seperti salat merupakan contoh akhlak mulia kepada Allah Swt. Anjuran bersikap lemah lembut kepada sesama adalah wujud akhlak mulia kepada orang lain. Larangan membunuh hewan atau mencabut tumbuhan tanpa alas an yang dibenarkan agama merupakan contoh akhlak kepada alam sekitar.
Mengapa kamu harus berbuat baik kepada orang yang berbeda agama? Sebab Allah Swt memerintahkan umatnya untuk selalu berbuat baik kepada sesama. Menghormati dan menyayangi orang lain merupakan ajaran kebaikan yang dianjurkan oleh semua agama. Demikian juga perilaku tercela seperti mencuri, berbuat curang, dan segala perbuatan yang merugikan dilarang oleh semua agama. Kebaikan tidak hanya dikenal dalam ajaran Islam saja, tetapi juga diajarkan dalam agama-agama lain. Semua ajaran agama mengajarkan pemeluknya untuk saling menghormati, membantu yang lemah, berbuat baik kepada orang tua, bersikap lemah lembut, mencintai kedamaian. Agama lain juga melarang perbuatan yang merugikan sesama, seperti mencuri, berbohong, menipu, berkhianat, dan berbuat aniaya.

C. Saling Menghormati dan Menghargai Orang yang Berbeda Agama
1. Pengertian Toleransi dan Wujudnya
Islam mengajarkan untuk berteman dengan semua kalangan tanpa memperhatikan perbedaan di antara kalian. Perbedaan agama, suku, atau yang lain bukan penghalang untuk mewujudkan persaudaraan. Persaudaraan sesama muslim, persaudaraan sesama manusia, dan persaudaraan seluruh bangsa. Sebab, keragaman adalah keniscayaan(sunatullah) dan anugerah yang harus disyukuri sekaligus menjadi kekuatan untuk maju Bersama. Sikap terbaik dalam keragaman dan perbedaan adalah saling menghargai dan menghormati yang dikenal dengan toleransi. Toleransi diwujudkan dengan :
a. memberikan kebebasan kepada orang lain’
b. mengakui hak setiap imdividu
c. menghormati keyakinan orang lain
d. saling mengerti

2. Toleransi dan Batasannya
Saling menghormati atau toleransi antarumat beragama ada batasnya. Toleransi jangan sampai mengorbankan prinsip-prinsip keyakinan (akidah) agama. Dikisahkan suatu hari kaum musyrik Mekah menawarkan cara damai kepada Nabi Muhammad saw.  Mereka usul agar Nabi Muhammad saw. bersama umatnya mengikuti keyakinan mereka dan mereka pun akan mengikuti keyakinan umat Islam. “Kami menyembah Tuhanmu hai Muhammad, setahun. Dan kamu menyembah tuhan kami setahun. Kalau agamamu benar, kami memdapat keuntungan karena kami juga menyembah Tuhanmu dan jika agama kami yang benar, kamu juga memperoleh keuntungan.”
Rasulullah saw menolak usul orang musyrik, karena tidak mungkin dan tidak masuk akal bila terjadi penyatuan agama. Tidak mungkin pula perbedaan-perbedaan di antara beberapa agama disatukan dalam hati seseorang yang ikhlas terhadap agamanya. Peristiwa ini yang menjadi asbabun nuzul (sebab turunnya) Q.S. Al-Kafirun/109:
Artinya :

قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ ١

1.  Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai orang-orang kafir,

 

لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ ٢

2.  aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

 

وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ ٣

3.  Kamu juga bukan penyembah apa yang aku sembah.

 

وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ ٤

4.  Aku juga tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.

 

وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ ٥

5.  Kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.

 

لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ ࣖ ٦

6.  Untukmu agamamu dan untukku agamaku.”

Q.S. Al-Kafirun/109 : 1-6 merupakan penegasan bahwa tidak ada kompromi dalam hal akidah (keimanan). Juga tidak boleh ada kerja sama yang mencampurbaurkan dua akidah dan ibadah yang berbeda.



Tujuan Pembelajaran

1. Menjelaskan arti Asmaulhusna al-Mālik, al-Azīz, al-Quddūs, as-Salām dan al-Mu’min.

2. Membuat karya berupa kaligrafi al-Mālik, al-Azīz, al-Quddūs, as-Salām dan al-Mu’min beserta artinya secara berkelompok.

3. Membiasakan sikap suka menahan diri, mandiri, cinta kebersihan, menjaga lisan, dan hidup tertib.

4. Meyakini adanya Allah yang Maharaja, Mahamulia, Mahasuci, Maha–sejahtera dan Maha Pemberi Keamanan.

Pendalaman Materi
A. Lima Asmaul Husna
1. Al-Malik
Al-Malik adalah salah satu nama Allah Swt yang Maha Agung. Al-Malik berarti Maha Raja, penguasa atas semua makhluk-Nya. Allah Swt sendiri yang mengatur segala urusan makhluk, karena hanya Allah Swt yang Maha Kaya dan Maha Pemberi Rezeki. Dia yang menguasai serta mengatur kehidupan dan kematian semua makhluk.
Allah Swt memiliki kewenangan mutlak untuk mengatur dan memutuskan kepentingan makhluk tanpa bantuan, tanpa bisa dihalangi, dan tanpa butuh pendukung. Allah Swt mengampuni dosa, menghilangkan kesusahan, menjauhkan kesedihan, menolong orang yang dizalimi, membalas orang-orang yang zalim, mengkayakan orang yang miskin, mencukupkan orang yang lemah, menyembuhkan orang yang sakit, memuliakan orang yang terhina, menghinakan orang yang mulia, mengabulkan doa, mengangkat dan merendahkan derajat seseorang. Dalam mengelola kekuasaan-Nya, Allah Swt menyeimbangkan antara keadilan, kebaikan, hikmah, maslahat, dan rahmat.
2. Al-Aziz
Al-Aziz adalah nama Allah Swt yang mencerminkan kemulian dan kebesaran Zat-Nya. Al-Aziz artinya Allah Maha Mulia. Allah Swt mempunyai kedudukan yang Maha Tinggi. Dia pemilik tunggal segala kemuliaan dan dia yang memberikan kemuliaan kepada siapa saja yang dikehendaki.
Dengan kehendak-Nya, seseorang dapat menjadi mulia dan dengan kehendak-Nya pula seseorang dapat menjadi hina. Kita harus menjaga kehormatan dan kemuliaan dengan cara mentaati perintah-Nya dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa. Oleh karena itu, sungguh benar bahwa Allah Swt adalah Al-Aziz, Tuhan yang Maha Mulia yang tidak membutuhkan sesuatu pun dari makhluk-Nya. Tuhan yang Maha Tinggi yang tidak satu pun makhluk-Nya mampu menggapai ketinggian Zat-Nya. Tanda keperkasaan dan keagungan Allah Swt pada setiap makhluk terlihat dalam rezeki yang diberikan-Nya, ilmu, hikmah dan juga pada setiap rahmat-Nya.
3. Al-Quddus
Al-Quddus memiliki arti bahwa Allah Swt adalah zat yang tersucikan dari segala macam kekurangan. Allah Swt adalah satu-satunya sesembahan bagi semua makhluk. Al-Quddus juga menunjukkan bahwa Allah Swt Maha Suci dari keserupaan makhluk dengan-Nya dan Maha Suci dari adanya sesuatu yang menyerupai-Nya. Allah Swt terbebas dari segala kekurangan dan cela. Dia berhak atas segala sifat kesempurnaan.
4. As-Salam
As-Salam berarti Allah Swt Maha Sejahtera dan Maha Menyelamatkan. Makna yang terkandung dalam asmaul husna ini adalah dia selamat dari segala aib maupun kekurangan karena kesempurnaan Zat, sifat dan perbuatan-Nya. Allah Swt pemberi keselamatan pada hamba-hamba-Nya. As-Salam juga mencerminkan sikap kasih sayang dan kedamaian. Allah Swt adalah Tuhan yang selalu mengayomi serta memberikan rasa damai bagi hamba-Nya. Kedamaian adalah simbol kebahagian seluruh umat manusia. Nama As-Salam mengajarkan kita untuk selalu menyebarkan kedamaian dan menghindari pertengkaran.
Kedamaian berarti padamnya api permusuhan yang disertai tertanamnya kecintaan dan kasih sayang. Islam sangat menganjurkan terciptanya kedamaian. Oleh karena itu, salam dijadikan sebagai tanda penghormatan bagi sesame muslim di dunia. Di akhirat kelak, mereka akan mendapatkan salam penghormatan dari Allah Swt.
5. Al-Mu’min
Al-Mu’min mengandung arti bahwa Allah Swt adalah Tuhan yang memberi rasa aman pada seluruh makhluk-Nya. Dialah yang mengayomi dan menyediakan segala fasilitas bagi hamba-hamba-Nya sehingga mereka dapat hidup tentram. Karena Allah bersifat demikia, makak ita harus berusaha untuk menciptakan keamanan bagi setiap orang disekeliling kita, seperti keluarga, tetangga dan teman.


B. Berakhlak dengan Lima Asmaul Husna
1. Menahan diri
Menahan diri dari perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain merupakan wujud dari kemampuan menguasai diri. Menahan diri dapat diterapkan dalam banyak hal. Contohnya menahan diri dari membeli sesuatu yang tidak penting, menahan diri dari bermain yang berlebihan, menahan diri dari berbuat curang. Menahan diri adalah cerminan dari kemampuan menguasai diri ketika hendak berbuat yang buruk atau merugikan orang lain. Ini adalah sebagian dari akhlak yang meneladani asmaul husna Al-Malik.
2. Mandiri
Mandiri artinya mengerjakan segala sesuatu tanpa mengandalkan orang lain, kebiasaan mandiri harus mulai dibiasakan sejak dini. Sikap mandiri akan melahirkan pribadi yang tangguh, optimis dan percaya diri dalam hidupnya. Kemadirian akan menghantarkan seseorang pada derajat kemuliaan. Mulia dihadapan Allah Swt dan manusia. Perilaku mandiri salah satu contoh perbuatan yang meneladani asmaul husna Al-Aziz.
3. Cinta kebersihan
Fitrah manusia adalah menyukai keindahan dan kebersihan diri dan lingkungan. Mencintai kebersihan diajarkan oleh agama Islam. Di samping itu, kebersihan bermanfaat bagi Kesehatan, baik jasmani dan rohani. Oleh karena itu, kebersihan merupakan hal mendapat perhatian besar dari agama Islam. Nabi Muhammad saw bersabda “Kebersihan adalah sebagian dari iman”. Perhatian Islam dapat dibuktikan dengan kewajiban wudu sebelum salat, anjuran bersiwak, kewajiban mandi, dan bersuci setelah berhadas.
Memperhatikan kebersihan bukan hanya kebersihan badan, pakaian dan tempat. Namun yang paling penting lagi adalah kebersihan hati. Islam meminta kita untuk menjahui penyakit hati seperti sombong, dengki, riya’, dan dendam. Kebiasaan hidup bersih merupakan akhlak terpuji yang meneladani asmaul husna Al-Quddus.
4. Menjaga lisan
Islam mengajarkan umatnya menjaga lisannya dan menjaga diri dari bahaya lisan. Kadang ia membuat orang senang dan di lain waktu membuat orang lain sakit hati. Oleh karena itu jagalah lisan agar selalu menyenangkan, bukan menyakitkan. Berhati-hatilah, pikirkan untung rugunya sebelum berbicara.
Lalu, untuk apa sebaiknya lisan digunakan? Gunakanlah lisanmu untuk berzikir, membaca Al-Quran, menasehati dalam kebaikan, mengajarkan ilmu dan amal salih lainnya sesuai tuntunan. Jauhkan dari dosa-dosa lisan seperti adu domba, fitnah, gibah, mencela aib seseorang. Kita harus selalu menjaga lisan dari perkataan yang menyakitkan orang lain. Dengan demikian berarti kita telah membuat orang lain tentram dan damai. Inilah salah satu perilaku yang meneladani asmaul husna As-Salam.
5. Hidup tertib
Suasana tidak aman, takut dan marah akan meliputi suasana batin setiap orang jika aturan tidak diindahkan. Kepatuhan pada aturan harus dibiasakan di manapun kita berada dan kapan pun waktunya. Ketika kalian berada di rumah, sekolah, masjid atau tempat lainnya, maka ikutilah aturan! Inilah kunci mewujudkan rasa aman di tengah masyarakat. Mengikuti aturan inilah yang disebut tertib. Menciptakan ketertiban sehingga membuat orang lain merasa aman merupakan salah satu teladan dari asmaul husna Al-Mu’min.


Tujuan Pembelajaran

1. Membaca Q.S. Al-Ḥujurāt/49:13 dengan tartil.

2. Menjelaskan pesan pokok Q.S. Al-Ḥujurāt/49:13 dengan baik.

3. Membuat paparan tentang pesan pokok Q.S. Al-Ḥujurāt/49:13 dengan baik.

4. Menulis Q.S. Al-Ḥujurāt/49:13 dengan baik.

5. Menghafal Q.S. Al-Ḥujurāt/49:13 dengan lancar.

6. Membaca hadis tentang keragaman dengan baik.

7. Menulis hadis tentang keragaman dengan baik.

8. Menghafal hadis tentang keragaman dengan lancar.

9. Berani mempresentasikan paparan tentang pesan pokok Q.S. Al-Ḥujurāt/49:13 dan hadis tentang keragaman.

10. Membiasakan membaca Al-Qur’an dengan tartil dan sikap menghargai keragaman dan perbedaan sebagai sunatullah.

Pendalaman Materi
A. Membaca dan Memahami Q.S Al-Hujurat : 13
1. Membaca Q.S Al-Hujurat : 13
a. Bacaan Q.S Al-Hujurat : 13 

b. Mengartikan surah Al-Hujurat : 13
Perhatikan arti kata surah Al-Hujurat : 13 berikut!

c. Terjemah Q.S Al-Hujurat : 13
Artinya  : “Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti”.
2. Memahami Pesan Pokok Q.S Al-Hujurat : 13
Berikut isi dari pesan pokok yang harus kita pahami.
a. Menjelaskan bahwa manusia berasal dari satu keturunan yakni Nabi Adam a.s dan Hawa sehingga pada hakikatnya manusia berkedudukan setara.
b. Keragaman adalah sunnatullah karena Allah Swt menjadikan manusia berkembang demikian banyak sehingga menjadi berbangsa-bangsa dan bersuku-suku.
c. Keragaman itu bukan untuk saling memusuhi melainkan utuk saling mengenal, saling bekerjasama dan saling memberi manfaat.
d. Seluruh manusia sama kedudukannya di hadapan Allah Swt, yang membedakan adalah ketakwaannya. Manusia yang paling mulia di sisi Allah Swt adalah yang paling bertakwa.
e. Allah Swt Maha Mengetahui segala hal yang dilakukan oleh manusia, termasuk bagaimana tingkat ketakwaan mereka dan bagaimana sikap mereka terhadap manusia lainnya, khususnya terkait dengan keragaman.
f. Mengajarkan kesetaraan, toleransi, kerja sama,d an manghapus diskriminasi sebagai makhluk yang senantiasa berinteraksi sosial.

B. Menulis dan Menghafal Q.S Al-Hujurat : 13
1. Menulis Q.S Al-Hujurat : 13
Belajar Al-Quran bukan hanya membacanya saja, tetapi juga belajar menulisnya dengan benar sesuai kaidah. Tulisan Al-Quran harus lestari. Dengan tulisan tersebut umat Islam senantiasa membacanya.
Cara menulis Al-Quran yaitu :
a. Dimulai dari kanan ke kiri
b. Memperhatikan penulisan hurufnya, sebab ada huruf yang ditulis di atas, tengah dan di bawah garis.
c. Memerhatikan penulisan titik, gerigi, dan harakat yang benar.
2. Menghafal Q.S Al-Hujurat : 13
Sungguh mulia para penghafal Al-Quran. Dia telah menjaga wahyu Allah Swt di hatinya. Dia mendapat pahala berlipat ganda sebab hari-harinya disibukkan dengan Al-Quran. Kelak di akhirat Al-Quran akan memberi syafaat kepadanya. Kamu semua pasti ingin menjadi penghafal Al-Quran. Menghafal Al-Quran diperlukan niat yang ikhlas dan usaha yang sungguh-sungguh. Namun jangan putus asa! Allah Swt pasti akan menolong hamba-Nya yang bertekad menghafalnya. Ini terbukti dengan banyaknya penghafal Al-Quran.

C. Hadis tentang Keragaman
Prinsip dasar hubungan manusia bahwa manusia secara sunatullah itu beragam karena Allah Swt menjadikannya bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Dengan keberagaman tersebut, Allah Swt menghendaki umat manusia untuk saling mengenal. Keragaman dan perbedaan bukan untuk diperselisihkan, tetapi dicari titik persamaan yang mengantarkan pada sikap saling menghargai dan menghormati. Perbedaan bangsa, suku dan warna kulit bukan penentu kemuliaan. Hanya takwa yang menentukan nilai seseorang. Hal ini ditegaskan oleh Rasulullah saw dalam hadis berikut ini.

Artinya:
Telah menceritakan kepadaku orang yang pernah mendengar khutbah Rasulullah saw. ditengah-tengah hari tasyriq, beliau bersabda: “Wahai sekalian manusia! Rabb kalian satu, dan ayah kalian satu (maksudnya Nabi Adam). Ingatlah! Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang Ajam (non-Arab) dan bagi orang Ajam atas orang Arab, tidak ada kelebihan bagi orang berkulit merah atas orang berkulit hitam, bagi orang berkulit hitam atas orang berkulit merah kecuali dengan ketakwaan. Apa aku sudah menyampaikan?” mereka menjawab: Iya, benar Rasulullah saw. telah menyampaikan.” (HR.Ahmad dari Dari Abu Naḍrah)